Sabtu, 15 Maret 2014
**KISAH MENGHARUKAN NENEK SI PENJUAL TEMPE**
Tuhan selalu punya jawaban atas doa seseorang. Jawaban doa itu bisa iya, bisa tidak, atau.. Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk umat-Nya, seperti dalam kisah berikut ini:.
Di sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa, hiduplah seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Itu merupakan satu-satunya pekerjaan dan sumber pendapatan untuk membiayai hidupnya.
Pada suatu hari, sang Nenek terlambat memberi ragi sehingga tempe buatannya tidak matang tepat pada waktunya, pada saat daun pisang pembungkus tempe dibuka ternyata kedelai-kedelai masih belum menyatu dengan yang lain bahkan masih keras dan belum menjadi tempe. Hati sang nenek pilu, dengan linangan air mata mulai meratapi nasib dan apa yang harus dilakukan?
Pada hal jika hari ini dia tidak bernjualan tempe kepasar, pasti tidak dapat uang untuk makan dan membeli bahan tempe untuk esok hari. Dengan air mata yang masih mengalir di pagi buta itu, sang nenek mengambil wudhu lalu salat Subuh di rumahnya yang sangat kecil. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Allah tiada yang mustahil. Lalu berdoa:
"Ya Allah, tolong matangkan tempe-tempe itu, Hamba-Mu tidak tahu harus berbuat apa untuk menyambung hidup dengan cara yang halal. Hamba tidak ingin menyusahkan anak-anak hamba. Kabulkan doa hamba-Mu yang kecil ini ya Allah.." Amin….demikian doa sang nenek dengan linangan air mata.
Setelah selesai salat dan doa sang nenek membuka daun pisang pembungkus tempe, tidak ada satupun yang matang. keajaiban belum dating dan doanya belum dikabulkan. Namun sang nenek percaya jika doanya akan terkabul, sehingga dia tetap berangkat ke pasar dengan membawa tempe yang belum jadi itu ,saat matahari belum bersinar sepagi mungkin untuk mengejar rezeki dengan menjual tempe.
Sebelum meninggalkan rumah Si Nenek tetap yakin atas kebesaran Allah tidak putus asa, dia berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah, maka dia pun mengangkat kedua tangannya kembali untuk berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarianku. Amin".
Sesampai di pasar dengan penuh harapan dan debaran , sekali lagi sang nenek kembali membuka pembungkus tempe ternyata masih belum matang juga. Sementara itu matahari semakin meninggi, sudah tentu pasar mulai ramai didatangi orang. Si Nenek kembali berdoa. "Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku sudah ada dipasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin". Sinenek dengan sabar terus berharap dan menunggu dagangannya bisa matang sehingga laku dan habis dijual. Namun hingga matahari bersinar terik masih belum ada perkembangan yang menggembirakan.
Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tiada hasil jualan yang bisa dibawa pulang. Dengan kekuatan iman jauh di sudut hatinya, dia masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, bahwa Allah pasti akan menolongnya. Dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat langsung, untuk itu dia berdoa buat kali terakhir, "Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini."Amin….
Disisi lain orang yang berbelanja berlalu lalang namun tidak ada satupun yang menghampirinya, sementara Tempe dagangan penjual lain sudah banyak yang habis . Matahari terus bergerak hingga para pedagang lainya mulai pulang dan membawa hasil berjualan., sedangkan tempe sang nenek tetap belum matang.
Si Nenek mulai panik dan muncul pertanyaan pada dirinya, Apakah Tuhan sedang marah padaku? Apakah Tuhan tidak menjawab doaku? Begitulah rintihan hati sang nenek, air matanya kembali mengalir. Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memperhatikan barang jualannya sebab dia berasa bahwa tidak ada orang yang akan membeli tempe yang belum njadi. Sementara itu hari pun semakin siang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang.
Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita, yaitu ada seorang ibu yang menghampiri sang nenek. "Apakah tempe yang Nenek jual sudah matang?" tanya si wanita itu.
Sang nenek menyeka air mata lalu menggeleng, "Belum, mungkin baru matang besok," ujarnya.
"Alhamdulillah, kalau begitu saya beli semua tempe yang Nenek jual. Dari tadi saya mencari tempe yang belum matang, tetapi tidak ada yang menjual. Syukurlah Nenek menjualnya," ujar wanita itu dengan suara lega.
Si Nenek tertegun dan terkaget seketika, sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya "Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini jadi lagi, biarlah tempe ini seperti semula, Amin".
"Kenapa ibu membeli tempe yang belum matang?" tanya sang nenek dengan heran. Semua orang selalu mencari tempe yang sudah matang.
"Anak laki-laki saya nanti malam berangkat ke Belanda, dia ingin membawa tempe untuk oleh-oleh karena di sana susah mendapat tempe. Kalau tempe ini belum matang, maka matangnya pas saat anak saya sampai ke Belanda," ujar sang ibu dengan wajah berbinar.
Inilah jawaban atas doa sang nenek. Tempe-tempe itu tidak langsung matang dengan keajaiban, tetapi dengan jalan lain yang tidak dikira-kira. Ingatlah sahabat, Tuhan selalu punya jawaban terbaik untuk doa umat-Nya. Kadang sebuah doa tak langsung mendapat jawaban. Kadang doa seseorang tidak dijawab dengan 'iya' karena Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk hamba-Nya.
------
Pesan Moral:
1. Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Allah sewaktu berdoa, padahal sebenarnya Allah lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.
2. Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan seharian kita sebagai hamba-Nya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahawa Allah akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancangan-Nya yang mungkin di luar jangkaan kita.
3. Tiada yang mustahil bagi Allah.
------
Begitulah perjalanan hidup, perjalanan bisnis, perjalanan rumah tangga, dsb. Berpasrahlah pada-Nya setelah Ikhtiar dan Doa.
just copas from : lowongan kerja lampung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar