syarat :
- Wajib sudah di ROOT
- Wajib Backup sebelum membuat partisi, karena pada proses pembuatan partisi akan memformat sdcard
- Pertama siapkan MiniTool Partition Wizard Home Edition,
download dan install di komputer
download disini : http://www.partitionwizard.com/free-partition-manager.html - Koneksikan sdcard ke komputer
Buka MiniTool Partition
Wizard, Buat 3 partisi :
partisi pertama :
- create as : Primary
- File System : Fat 32
- cluster size : Default
partisi pertama :
- create as : Primary
- File System : Fat 32
- cluster size : Default
( partisi ini untuk data seperti foto, video, lagu, dan file – file penting lainnya, size sesuai selera )
partisi kedua :
- create as : Primary
- File System : Fat 32
- cluster size : Default
- create as : Primary
- File System : Fat 32
- cluster size : Default
( partisi ini aplikasi yg akan
dilink/dipindahkan ke SD CARD melalui aplikasi Link2SD, size sesuai selera )
partisi ketiga :
- create as : Primary
- File System : Linux Swap
- cluster size : Default
( partisi inilah yang akan digunakan sebegai RAM tambahan, saya menyarankan sizenya 256 MB, jangan lebih )
Kalau sudah ada 3 partisi, selanjutnya klik tombol apply, tunggu sampai prosesnya
- create as : Primary
- File System : Linux Swap
- cluster size : Default
( partisi inilah yang akan digunakan sebegai RAM tambahan, saya menyarankan sizenya 256 MB, jangan lebih )
Kalau sudah ada 3 partisi, selanjutnya klik tombol apply, tunggu sampai prosesnya
- Pasang SDCard ke android
- buat file dengan nama fstab di folder /etc/ yang berisi
/dev/block/(block partisi yang berisi swap) swap swap :
/dev/block/mmcblk0p3 swap swap
Berikan permission rw r r - Install Terminal emulator (download di PlayStore)
kemudian masukan perintah
su
mkswap /dev/block/mmcblk0p3 - Agar Swap otomatis aktif pada saat booting kita juga
perlu membuat file /etc/init.d/s99swapon yang berisi:
#!/system/bin/sh
swapon -a
Ubah Permission jadi rwxrwxrwx
NB :
Alasan saya lebih memilih swap partisi daripada swap file :
- Pastinya proses swap partisi lebih cepat
Alasan saya lebih memilih swap partisi di SDCard dari pada di internal storage :
- Karena takut internal storage cepat soak atau rusak, soalnya ada isu kalau membuat swap partisi akan mengurangi umur dari storage yang di jadikan swap. Nah kalau isu itu benar, menurut saya lebih baik mengurangi umur sdcard dari pada internal storage.. hehe...
Tapi menurut pengalaman, dari dulu semenjak pake motorola milestone A853 SDCard saya yg di jadikan swap partisi belum pernah bermasalah .. :)
sudah di test di ROM cyanogen7 motorola milestone A853
memori 1 GB bisa dipartisi ga?
BalasHapus